Kamis, 07 April 2022

IKEA Hadir Lebih Dekat Ke Pusat Kota Jakarta

 Jakarta, 7 April 2022 - Hari ini, IKEA Indonesia secara resmi membuka city store pertama mereka di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat. IKEA Mal Taman Anggrek hadir untuk membawa solusi dan inspirasi perabot rumah tangga yang terjangkau bagi masyarakat di sekitar pusat kota Jakarta. Sesuai dengan Visi IKEA Indonesia untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Salah satu langkah nyata untuk mewujudkan visi tersebut adalah dengan memperluas aksesibilitasnya. 

“Kami berkomitmen untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Kali ini, kami berada lebih dekat dengan pusat kota Jakarta melalui city store pertama yang berlokasi di Mal Taman Anggrek,” ujar Patrik Lindvall, President Director PT Rumah Mebel Nusantara (IKEA Indonesia). “Kami sangat senang untuk melayani masyarakat di pusat kota Jakarta. Sekarang, mereka dapat dengan mudah mengakses toko IKEA. IKEA Mal Taman Anggrek hadir untuk menawarkan solusi dan inspirasi yang terjangkau bagi kebutuhan rumah tangga mereka,” tutup Patrik

IKEA Mal Taman Anggrek membawa konsep baru yang bertujuan untuk memberikan pengalaman berbelanja yang terbaik untuk para konsumennya. Karena letaknya yang berada di pusat perbelanjaan, selain menawarkan pengalaman belanja cash and carry, IKEA Mal Taman Anggrek juga menawarkan pengalaman belanja online to offline melalui fitur scan and shop, yang memungkinkan konsumen untuk memindai produk yang mereka inginkan di toko dan akan muncul di keranjang belanja online mereka. Setelah itu, pelanggan bisa mengambil pesanan mereka melalui IKEA Click and Collect yang berlokasi di P1 basement atau lokasi IKEA Pick-up Point terdekat lainnya. Selain itu, pengunjung juga dapat mencicipi makanan asal Swedia khas IKEA dan menggunakan Self Order Kiosk di Swedish Restaurant di lantai 3.

“Sejak pertama kali diumumkan bahwa IKEA akan membuka toko di Mal Taman Anggrek, kami menerima antusiasme yang tinggi dari pengunjung kami. Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan IKEA Indonesia untuk melayani masyarakat di pusat kota Jakarta yang ingin mencari solusi dan inspirasi perabot rumah tangga,” ujar General Manager Mal Taman Anggrek, Justin Chew.

Duta Besar Swedia untuk Indonesia, HE Marina Berg, juga mengungkapkan kegembiraannya atas pembukaan IKEA Mal Taman Anggrek. “Dengan adanya city store IKEA pertama, IKEA Indonesia membuktikan komitmen mereka untuk dapat dijangkau lebih luas lagi. Saya sangat senang dapat menyaksikan momentum bersejarah lainnya dari IKEA Indonesia. Saya percaya IKEA Mal Taman Anggrek dapat menawarkan pengalaman berbelanja yang terbaik, dan akan semakin mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Swedia yang telah terjalin, ”ujarnya.

IKEA Mal Taman Anggrek memiliki luas 9,400 meter persegi, dan mempekerjakan 171 karyawan yang siap membantu kebutuhan para pelanggan. IKEA Mal Taman Anggrek juga menampilkan 22 room set yang desainnya terinspirasi dari kondisi kehidupan masyarakat yang tinggal di pusat kota Jakarta. Sejalan dengan fokus IKEA Indonesia di tahun 2022, room set tersebut berfokus pada produk yang dapat memenuhi kebutuhan family with children sekaligus mendukung sustainable life at home. 

Selain itu, IKEA Mal Taman Anggrek juga menawarkan berbagai layanan seperti Interior Design Service, perakitan, pemasangan, perencanaan, dan konsultasi untuk memudahkan para konsumennya dalam menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik di rumah. IKEA Mal Taman Anggrek juga menyediakan kebijakan pengembalian 90 hari untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan.

Sebagai informasi tambahan, terdapat juga promo menarik bagi pengunjung IKEA Mal Taman Anggrek mulai tanggal 7 hingga 15 April 2022. Para pelanggan memiliki kesempatan untuk mendapatkan gift voucher* dan tas FRAKTA*. Silakan kunjugi https://www.ikea.co.id/en/where-are- we/store/ikea-mal-taman-anggrek untuk informasi lebih lanjut.

Senin, 24 Januari 2022

Menjadi Generasi Sandwich Yang Lebih Baik

Bagaimana sebenarnya generasi sandwich ini bisa terjadi? Tentu saja hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari kurangnya rencana pengelolaan keuangan yang matang sejak dini, akibatnya ketika sudah memasuki usia pensiun, dana yang dimiliki tidak mencukupi kebutuhan ekonominya, sehingga membebani generasi yang lebih muda. Generasi yang menanggung kebutuhan ekonomi banyak pihak ini dikenal dengan istilah sandwich generation.

Masalah finansial tentunya merupakan salah satu masalah yang penting dalam kehidupan. Memang uang bukan segalanya, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa untuk memenuhi kebutuhan hidup, kita tetap memerlukan dana yang cukup. Belum lagi jika kamu ternyata masuk dalam sandwich generation yang harus menanggung biaya hidup keluarga. Lantas bagaimana cara memutus rantai jebakan tersebut? 

Mengingat kamu sudah merasakan besarnya tantangan menjadi seorang sandwich generation, tentu kamu tidak ingin hal yang sama dirasakan oleh anak-anakmu kan? Untuk itukamu butuh melakukan sejumlah perubahan. Langkah pertama bisa dimulai dari kamu. Selanjutnya, siapkan langkah-langkah agar anak tak jadi pewaris rantai sandwich generation.

Berdasarkan hasil survei Katadata Insight Center untuk Astra Life tahun
2021 yang melibatkan 1.828 responden berusia 25-45 tahun di seluruh Indonesia, hampir 50% masuk dalam kategori generasi sandwich. Namun faktanya, hanya 13,4% dari generasi sandwich tersebut yang memiliki kesiapan finansial dalam memenuhi kebutuhan pokok, menabung, dan berinvestasi di waktu yang bersamaan. 

Sejumlah riset menunjukkan bahwa produktivitas dan pendapatan seseorang umumnya mencapai titik tertinggi pada rentang usia 30-50 tahun. Kemudian, produktivitas dan pendapatan akan menurun atau negatif setelah usia pensiun sekitar 55 tahun ke atas.

Hasil Sensus Penduduk 2020 yang dilakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) pada Februari-September menunjukkan bahwa komposisi kelompok usia produktif lebih kecil dibandingkan dengan kelompok usia non-produktif. Berdasarkan sensus tersebut, usia kelompok produktif tercatat 47,75% yang didominasi oleh generasi X (usia 40-55 tahun) dan milenial (usia 24-39 tahun). Sementara itu, usia kelompok non-produktif tercatat 52,25% yakni terdiri dari anak-anak dan orang tua. Ini menunjukkan bahwa usia kelompok produktif harus menopang 4 generasi lain yang sudah tidak dan belum produktif.

Secara umum, faktor penyebab munculnya sandwich generation adalah kegagalan orang tua dalam mengelola finansialnya. Hal ini sangat bisa dimengerti, karena edukasi terkait pengelolaan dan perencanaan finansial bagi orang tua kita tentu tak segencar dan semudah sekarang.

Lalu bagaimana cara memutus rantai jebakan tersebut, agar anak juga tak jadi pewaris sandwich generation? Langkah awal yang bisa dilakukan, adalah mulai perubahan dari diri kamu sendiri. Coba lakukan 4 hal ini:

1. Catat Pengelolaan Keuangan Saat Ini

Catat secara rinci berapa pemasukan dan pengeluaran yang kamu miliki setiap bulannya. Catat juga tanggungan bulanan terhadap orang lain yang kamu miliki. Ini penting untuk bisa memetakan masalah keuanganmu dan mencari solusinya.

2. Buat Rencana Keuangan

Setelah itu kamu bisa mulai membuat rencana keuangan. Apakah masih ada yang bisa dihemat? Jika sudah minus, bagaimana cara menambah penghasilan? Berapa besar dana yang diperlukan untuk membuat arus kas bulananmu positif? Cobalah membuat rencana keuangan untuk jangka pendek dan jangka panjang, serta menentukan pos-pos pengeluaran secara rinci.

3. Berbagi Beban

Memenuhi kebutuhan hidupmu, pasangan, dan anak-anak saja bukan hal yang mudah. Apalagi jika ditambah menanggung beban keuangan orang tuamu dan keluarga lainnya. Jika kamu memiliki saudara, cobalah komunikasikan masalah ini dengan mereka. Apakah bisa berbagi beban bersama mereka untuk menanggungnya? Apa yang bisa dilakukan bersama untuk mengatasi masalah ini?

4. Tunda Utang

Cobalah untuk tunda mengajukan pinjaman untuk hal-hal yang konsumtif, karena masalah bisa bertambah dengan adanya potensi lilitan utang, apalagi jika jumlahnya besar dan jangka panjang. Ini bisa menjadi beban atau ‘warisan’ bagi generasi selanjutnya. Namun, beda hal jika kamu ingin mengajukan utang produktif untuk mengembangkan usaha lain demi menambah pemasukan.


Persiapkan Keuangan Masa Depan

Jika semua kebutuhan primer kamu dan keluarga yang menjadi tanggungan sudah terpenuhi, langkah selanjutnya adalah menyisihkan dana untuk kebutuhanmu di hari tua. Hal ini menjadi poin penting agar anak kita tidak jadi pewaris sandwich generation. Ingatlah bahwa anak-anak tentu akan memiliki kepentingannya sendiri di masa depan, sama sepertimu saat ini. Jadi, mari kita siapkan kebutuhan finansial masa tuamu sedini mungkin. Caranya? Coba lakukan 5 langkah berikut:

1. Sisihkan Dana untuk Tabungan dan Dana Darurat

Kamu bisa mulai mengalokasikan sebagian dana untuk menabung dan dana darurat. Kamu perlu mengalokasikan minimal 3-6 kali pengeluaran bulananmu sebagai dana darurat. Ini penting dipenuhi sebelum melakukan investasi agar jika ada situasi darurat maka kamu mengambilnya dari pos ini. Tidak lagi mengotak-atik anggaran investasimu.

2. Miliki Asuransi

Jika tabungan dan dana darurat terpenuhi, langkah selanjutnya adalah memberikan proteksi bagi diri dan keluarga. Siapkan perlindungan jiwa dan kesehatan dengan asuransi. Hal ini penting karena hidup tentu akan dibayangi oleh segala macam risiko yang tak terduga. Jika kamu dan keluarga sudah memiliki asuransi, kalaupun suatu saat terjadi hal-hal yang tak diinginkan setidaknya kamu sudah memiliki tambahan perlindungan.

3. Mulai Berinvestasi

Selanjutnya adalah investasi. Sisihkanlah sebagian danamu untuk berinvestasi sebagai penunjang keuangan di masa depan. Saat ini berinvestasi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja karena sudah banyak yang menawarkan fasilitas online. Kamu juga bisa memulai dengan dana yang tak terlalu besar, misalnya dari Rp100.000. Namun, kamu perlu paham dulu instrumen investasi yang kamu pilih, sesuaikan juga dengan profil risikomu, dan carilah institusi yang terpercaya. Yang namanya investasi juga tak terlepas dari risiko, tetapi jangan sampai kamu terjebak dengan investasi bodong yang justru akan membuatmu lebih sengsara.

4. Buat Dana Pensiun

Untuk memutus rantai jebakan sandwich generation, maka kamu juga perlu menyiapkan dana pensiun. Untuk menghitung anggaran dana pensiun, kamu perlu menghitung terlebih dulu selisih usia harapan hidup dengan waktu mulai pensiun. Jangan lupa juga ditambah dengan nilai inflasi. Hal ini untuk memperkirakan dana yang kamu butuhkan saat sudah pensiun nanti. Ini perlu dilakukan agar kamu tak lagi membebani anak-anakmu saat memasuki hari tua.

Misalnya, kamu saat ini berusia 30 tahun dan berencana pensiun saat 60 tahun. Lalu kamu memperkirakan harapan hidupmu hingga 80 tahun. Maka kira-kira kamu masih akan menjalani hidup sekitar 20 tahun setelah pensiun. Dengan asumsi inflasi 3%, maka total dana pensiun yang kamu butuhkan adalah 20xRp10.000.000+3% = Rp4.334.666.960.

Setelah mengetahui dana pensiun yang dibutuhkan kamu bisa hitung lagi berapa dana yang perlu disisihkan per bulan untuk mencapai nilai tersebut.

5. Ajarkan Anak Menabung Sejak Dini

Hal lain yang tak kalah penting untuk dilakukan agar anak tak jadi pewaris rantai sandwich generation adalah mengajarkan anak-anak untuk menabung sejak dini. Hal ini penting sebagai bekal mereka untuk mengatur keuangan di masa depan. Dengan biasa menyisihkan dana untuk mencapai tujuan tertentu, diharapkan mereka bisa memiliki pengelolaan keuangan yang lebih baik saat tumbuh dewasa.

Menjadi sandwich generation memang berat, tetapi bukan hal yang harus ditakuti. Fokuslah mencari jalan keluar atas tantangan tersebut dan jangan pernah menyerah. Kamu tak bisa mengharapkan perubahan dari orang lain, melainkan mulai dari dirimu sendiri. Dengan memulai perubahan, tentu kita berharap agar anak-anak tak lagi ikut merasakan apa yang kita rasakan saat ini. Jangan lupa juga untuk terus menjaga kesehatan diri dan keluarga karena itu menjadi aset paling penting agar kamu bisa terus beraktivitas.



Jumat, 21 Januari 2022

Inspirasi Bisnis yang Tren di 2022

Menjadi wirausahawan rupanya sedang tren saat ini. Hal ini didukung oleh tingginya tingkat pemutusan hubungan kerja dari perusahaan-perusahaan besar di negeri ini. Kondisi tersebut mendorong para pekerja untuk memulai usahanya sendiri.


Selain para pekerja itu, makin banyak anak muda merambah aktivitas ke dunia usaha. Bahkan di antara mereka banyak juga yang mulai berwirausaha sebelum meraih gelar akademik. Anak muda cenderung suka sesuatu yang fleksibel. Pekerjaan kantoran mengharuskan mereka produktif di jam-jam tertentu saja. Artinya, ada aturan jam masuk dan pulang kerja yang harus dipenuhi.


Ajang Diplomat Success Challenge (DSC) yang telah diadakan sejak tahun 2010 memang lebih dari sekadar kompetisi wirausaha. Dalam 11 tahun perjalanannya, DSC menjelma menjadi sebuah program terintegrasi dan memiliki visi yang lebih besar, yaitu membangun ekosistem wirausaha yang kuat agar dapat berkontribusi demi percepatan pembangunan Indonesia.


Di bawah asuhan Wismilak Foundation, DSC yang kini merupakan ekosistem kewirausahaan, memberikan kesempatan kepada kaum muda Indonesia yang berani berwirausaha untuk memperoleh hibah modal usaha, edukasi, dan pendampingan, mewujudkan dan mengembangkan ide-ide bisnis yang kreatif, bergabung dalam jaringan alumni Diplomat Entrepreneur Network (DEN), dan berpeluang menjadi wirausahawan sukses yang tangguh dan bermanfaat.


DSC kembali menelurkan potensi-potensi wirausahawan muda terbaik negeri. Program dan ekosistem wirausaha dari Wismilak Foundation ini telah memasuki babak akhirnya lewat gelaran DSC12.


Melalui proses seleksi yang cukup panjang dari bulan Juli 2021, terpilihlah enam challengers yang berhasil mendapatkan hibah modal usaha. Mereka adalah: Nico Japar (Portale Cloud Kitchen), Yenni Angreni (Arcia Oil), Vania Audrey Pakpahan (Pijak Bumi), Gayatri Puspita (GUI), M. Fadli Nugraha (Gamma Waste), serta Best of the Best DSC12, Anak Agung Gde Rai Adi dengan bisnisnya yang bergerak di teknologi edukasi yaitu Koding Akademi.

Para penerima hibah modal usaha DSC12. (Ki-ka) Nico Japar, Anak Agung Gde Rai Adi, Vania Audrey, Fauzan Fathullah, Yeni Angreni, Bagas Reggas, Gayatri Puspita, M. Fadli Nugraha


Ada pula dua finalis yang mendapatkan penghargaan khusus dari DSC12 atas ide bisnisnya yang inovatif, memiliki potensi tinggi serta memiliki dampak sosial yang baik, yaitu Fauzan Fathullah (hayVee) sebagai The Most Social Impact dan Bagas Reggas (Greenland) sebagai The Most Potential Business.


Seluruh pemenang DSC12 ini juga akan mendapatkan kesempatan pendampingan bisnis dari DSC selama 2 tahun ke depan, serta secara resmi bergabung dengan jejaring wirausaha Diplomat Entrepreneur Network (DEN).


“Hari ini (21/1), secara resmi kami menutup rangkaian DSC12 dan dengan bangga kami perkenalkan para pemenang penerima hibah modal usaha beserta profil bisnisnya. Keenam penerima hibah modal usaha dan dua orang penerima penghargaan khusus merupakan yang terbaik dari total 18.233 ide bisnis yang mendaftar di DSC12. Setelah melewati banyak tahapan seleksi, akhirnya kami berhasil menjaring wirausahawan potensial yang memiliki kualitas 3P (Paham, Piawai, Persona), yang merupakan tiga kualitas terpenting yang harus ada di diri seorang entrepreneur,” ujar Surjanto Yasaputera, Ketua Dewan Komisioner DSC 12 yang juga merupakan Founding Father Program DSC.

Malam penjurian DSC12. Dewan Komisioner DSC12; (kiri-kanan) Helmy Yahya, 

Antarina S.F. Amir, dan Surjanto Yasaputera sebagai Ketua Dewan Komisioner


Ragam Kategori Bisnis DSC12 Mewarnai Jalannya Kompetisi

 Sejak awal dibukanya pendaftaran pada tanggal 19 Juli 2021, DSC12 secara berkala menerima ratusan ide bisnis setiap harinya. Persebaran pendaftar DSC12 juga cukup merata dari Sabang hingga Merauke, sehingga kiprah DSC sebagai ekosistem wirausaha semakin dikenal secara nasional di tahun ke-12 ini. Jumlah pendaftar wanita di tahun ini juga secara mengejutkan telah melebihi jumah pendaftar lelaki, yaitu 57% pendaftar wanita dan 43% pendaftar lelaki. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia saat ini memiliki ribuan bahkan mungkin jutaan potensi womenpreneur yang siap untuk memberikan kontribusi nyata di masa depan.


“Dari tahun ke tahun, terjadi peningkatan jumlah pendaftar dari entrepreneur wanita, dan di DSC12 ini semakin menunjukkan pertumbuhan positif saat jumlah womenpreneur ternyata lebih banyak dari pendaftar pria. Ini sembuah pencapaian yang juga harus kita apresiasi bersama,” tutur Antarina S.F. Amir, Dewan Komisioner DSC12 yang juga seorang akademisi.


Sementara dari segi kategori bisnis, menurut Helmy Yahya, Dewan Komisioner DSC12 dan Public Figure yang kini juga merambah menjadi content creator “Walaupun bisnis food & beverage masih mendominasi profil bisnis dari 18.233 pendaftar, kategori bisnis lain tidak lepas dari sorotan. Terutama mengenai banyaknya bisnis dengan visi dan misi keberlanjutan yang ramah lingkungan. Dan kami lihat semua bisnis yang masuk ke tahap final merupakan bisnis yang memiliki storytelling yang kuat soal sustainability.”

 

Sebagai contoh, banyak bisnis yang dalam prosesnya memanfaatkan limbah sampah, material-material bekas dan lain sebagainya. Salah satunya adalah GUI milik Gayatri Puspita, salah satu finalis DSC12 yang dalam proses bisnisnya mentransformasikan limbah menjadi produk-produk kriya berkualitas tinggi.

 

Ada pula Greenland besutan Bagas Reggas yang mendapatkan penghargaan sebagai The Most Potential Business DSC12. Greenland bergerak dalam bidang produksi dan pengolahan produk perawatan hewan berbahan dasar limbah organik seperti limbah buah kelapa, kopi, padi, ampas tahu, dan lain sebagainya.


Brand lokal mengalami kebangkitan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan adanya kondisi pandemi yang menjadi akseleratornya. Bisnis kriya & fashion serta food & beverage adalah dua kategori unggulan saat ini dari jutaan brand lokal di luar sana, namun betapa luar biasanya saat kedua kategori bisnis populer tersebut dikawinkan dengan konsep sustainability dan kesadaran akan lingkungan. Saya bangga dapat berkesempatan menjadi mentor dan menyaksikan ide-ide cemerlang ini di DSC12,” ungkap Handoko Hendroyono, salah satu Mentor Nasional DSC12 yang juga dikenal sebagai Bapak Brand Lokal Indonesia.

Mentor Nasional DSC12; (kiri-kanan) Lukman Benjamin Mulia, M. Jupaka, 

Helga Angelina dan Handoko Hendroyono

Selain itu, bisnis Startup Digital juga kian digandrungi pebisnis muda saat ini. Pesatnya perkembangan teknologi melahirkan banyak jawaban atas banyak permasalahan sosial masyarakat saat ini. Dua di antaranya adalah bisnis milik Fauzan Fathullah yaitu hayVee yang bergerak sebagai platform digital untuk isu kesehatan mental dan seksual. hayVee sendiri diganjar dengan penghargaan khusus sebagai The Most Social Impact DSC12.


Ada pula bisnis Koding Akademi milik Anak Agung Gde Rai Adi yang menjadi The Best of the Best DSC12. Koding Akademi adalah bisnis yang berfokus pada pengembangan kemampuan digital untuk generasi muda, antara lain skill teknologi komputer, engineering, robotics dan science, semuanya disajikan dalam satu platform dengan modul pembelajaran yang kekinian.


Koding Akademi adalah platform edukasi yang fokus mengajarkan ilmu coding dan robotics untuk anak-anak usia dari 7 hingga 20 tahun. Kami berusaha mengenalkan 2 kemampuan ini sejak usia dini untuk mengakselerasi kemampuan teknologi generasi muda Indonesia agar dapat bisa lebih produktif dengan teknologi, sehingga di masa depan akan menghasilkan tenaga-tenaga terampil yang matang dengan lebih banyak pengalaman”, tutur Anak Agung Gde Rai Adi, Founder & CEO Koding Akademi mengenai profil bisnisnya secara singkat.


Lebih jauh lagi mengenai motivasi mengikuti DSC12 dan rencana bisnis ke depan setelah mendapatkan hibah modal usaha, Adi, begitu ia disapa, mengungkapkan kebanggaannya. “Motivasi awal saya mengikuti DSC adalah untuk membawa brand Koding Akademi untuk scale up lebih cepat untuk jadi lebih besar, lebih matang dari segi konsep dan rencana bisnis, serta pemasaran. Dapat menjadi yang terbaik dari 18.233 total peserta adalah kebanggaan yang luar biasa. Hibah modal usaha akan kami pergunakan untuk mengimplementasikan strategi pemasaran dengan kolaborasi, memperkuat tim dan infrastruktur, dan pastinya pengembangan produk-produk Koding Akademi,” pungkas Adi lebih jauh.

 

Anak Agung Gde Rai Adi dengan bisnisnya Koding Akademi didapuk sebagai Best of the Best DSC12, penghargaan langsung diserahkan oleh Ronald Walla, Direktur Utama PT Wismilak Intimakmur Tbk.


Perjalanan DSC12 Didukung oleh Banyak Kolaborator Ternama

Malam penjurian dan penghargaan DSC12 dapat disaksikan lewat web series DSC12 episode final di kanal YouTube resmi Diplomat Sukses, serta di situs diplomatsukses.com yang akan tayang pada Jumat, 21 Januari 2022 pukul 19:00 WIB.

Surjanto Yasaputera tengah mengumumkan pemenang Best of the Best DSC12 di antara Anak Agung Gde Rai Adi (Koding Akademi), Vania Audrey (Pijak Bumi) dan Nico Japar (Portale Kitchen) 

Sejak debut penyelenggaraannya di tahun 2010, Diplomat Success Challenge tidak hanya menjadi kompetisi wirausaha, namun juga menjelma menjadi eksosistem wirausaha yang terintegrasi. Visi besar DSC yaitu membangun ekosistem wirausaha yang kuat agar dapat berkontribusi demi percepatan pembangunan Indonesia.


Dalam menjalankan roadshow, DSC12 telah berkolaborasi dengan berbagai pihak dan komunitas, di antaranya adalah, Podcast Helmy Yahya Bicara, mentoring & coaching dengan MBloc Academy, webinar bersama Asosiasi UMKM APINDO (AUA) dan SMESCO, webinar dan workshop bersama Markplus Institute, serta komunitas ConecWorld.


Tahun ini, DSC juga mencoba jalan sosialisasi yang berbeda dengan berupaya memperluas segmen audiens berbasis komunitas dan ekonomi keumatan melalui kerja sama dengan NU Circle, LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama), Ansor, dan HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia). Kolaborasi terjalin dengan baik dalam bentuk serangkaian webinar edukatif dan interaktif yang terbuka bagi santri-santri muda Indonesia.


Program Initiator DSC12, Edric Chandra mengungkapkan, “Digitalisasi membuat sosialisasi DSC dapat mendobrak batasan-batasan sebelumnya. Belajar dari pengalaman tahun 2020 , DSC percaya diri dapat lebih banyak menjangkau audiens dengan cara menghadirkan edukasi dan inspirasi bisnis lewat serangkaian webinar dan workshop. Dari situ pula lah kami menjaring 18.233 pendaftar yang merupakan angka pendaftaran tertinggi dalam sejarah DSC. Terima kasih kepada para kolaborator. Sampai bertemu di DSC selanjutnya!”


Saksikan tahap final serta ajang malam penghargaan DSC12 melalui web series DSC12 di kanal YouTube resmi Diplomat Sukses, serta di situs diplomatsukses.com. Nantikan juga update penyelenggaraan DSC selanjutnya melalui media sosial kami:, @diplomatsukses, Facebook Wismilak Diplomat, Twitter @diplomat_sukses

Kamis, 21 November 2019

Urban Decay Naked Skin Shapeshifter, 3 in 1 Face Palette

Urban Decay Naked Skin Shapeshifter memang bukan produk baru, karena produk ini sudah ada sejak 2017 lalu. Jadi kayaknya saya aja yang kudet karena baru sadar ada produk ini di Urban Decay. Produk ini memang jarang banget dipakai oleh beauty junkie, biasanya produk yang dipilih itu eyeshadow palette yang memang juara banget kualitasnya, gak pernah mengecewakan!

Naked Skin Shapeshifter ini ada dua jenis shade, yaitu Light Medium Shift untuk kulit light to medium, dan Medium Dark Shift untuk kulit medium to dark. Yang membuat saya tertarik pada produk ini yaitu packaging yang simple tetapi terkesan mewah, dan dalam satu palette ada tiga jenis produk berbeda, jadi memudahkan saat dibawa travelling.

Ukurannya tidak terlalu besar dan tebal, hanya 4,7 x 16,5 cm dengan ketebalan 2 cm saja. Desain-nya sangat khas produk Urban Decay lainnya. Kotaknya dikunci oleh magnet, begitu di buka kita akan mendapati dua sisi palette yang diberi pembatas berupa cermin. Satu sisi palette berisi empat cream warna contouring dan satu cream highligher, sedangkan sisi lainnya terdiri dari tiga powder contouring dan satu highlighter. Untuk keterangan ingredients-nya hanya ada di box kemasan, di bagian belakang packaging hanya ada penjelasan shade palette, pabrik pembuatan dan tanda expired.

Saat saya berada Store Urban Decay di Plaza Sen*yan, saya akhirnya mencoba yang shade Light Medium Shift. Produk ini menarik karena saya memang sedang mencari corector untuk menutup dark spot di sekitar pipi dan mata panda, ternyata works banget! Noda-noda kehidupan di wajah saya tertutup dengan indahnya.  Selain itu, warna bronzer-nya pun oke, cool-tone dan tidak orange di wajah, cocok banget dipakai menyamarkan kelebihan lemak di pipi saya serta membuat garis kontur di hidung. Highlighter powder-nya juga bombastis, keren parah karena wajah kita jadi kelihatan glowing natural.

So far saya sangat menikmati menggunakan produk ini untuk makeup harian. Jadi simple dan tidak perlu banyak bawa produk, cukup bawa saja palette ini dan bisa mencakup beberapa produk. Buat kalian yang penasaran dan ingin mencoba produk ini, kalian bisa membelinya dengan harga Rp 695.000, di store Sephora atau Urban Decay. Buat Kalian yang sudah pernah mencoba produk ini, tulis komen kalian ya... (rk)


Kamis, 14 November 2019

Urban Decay Naked Honey, Hadir di Indonesia

Awalnya saya merasa tidak perlu membeli eye-palette ini, karena sebelumnya saya sudah membeli eye-palette Urban Decay yang Born To Run. Sepertinya ide untuk menambahkan koleksi eye-palette sangat tidak mendesak dan hanya membuang uang saja. Hingga di satu kesempatan saya mencoba swatcing kedua belas warna Naked Honey ini, dan membandingkan dengan Naked Cherry di store Seph*ra. Tetiba saya mendapatkan hentakan untuk membeli produk Naked Honey ini, karena warnanya sangat bagus, netral sekaligus berani, dan tentu saja warna GOLD adalah warna favorit saya. Seperti yang kalian duga, saya membelinya! ^^;

Saya juga mencoba kuas berujung ganda Naked Honey ini dan membandingkannya dengan Naked lainnya, dan bisa saya simpulkan bahwa kuas di Naked Honey adalah yang terbaik. Hal ini sesuai dengan klaim dari Urban Decay sendiri bahwa mereka sudah menyempurnakan aplikator kuas berujung ganda, tapered creased brush dan smudger brush yang diklaim vegan dan cruelty-free. Tapered creased brush sendiri memiliki bulu halus yang berfungsi untuk menegaskan crease sekaligus membaurkan warna eyeshadow. Sedangkan, smudger brush memiliki bulu pendek dan padat, sangat pas digunakan untuk mengaplikasikan eyeshadow di bawah mata, blending atau sekedar memberi efek smudger. Sungguh, kuas terbaru di Naked Honey ini sangat lebih baik dibandingkan pendahulunya.

Selain kuas, tentu saja perpaduan apik antara nuansa retro glam dan golden glow yang menawan, menjadikan Naked Honey sebagai palette yang akan digemari oleh para beauty junkee. Palette yang dibalut dalam warna emas ini menyajikan 12 pilihan warna yang sempurna untuk menciptakan berbagai riasan mata, form bright and sunny to dangerously seductive. Kedua belas warna tersebut antara lain:
  • Flyby (ivory satin)
  • Sweet (neutral beige matte)
  • Swarm (soft mustard matte)
  • Amber (metallic copper shimmer)
  • Keeper (mustard brown matte)
  • Golden (rich gold shimmer)
  • Honey (intense gold metallic)
  • Queen (golden brown shimmer)
  • Hive (warm brown matte)
  • Drip (warm reddish-brown matte)
  • Hbic (rosy bronze shimmer)
  • Sting (deep warm brown matte)
Melalui Naked Honey ini, Urban Decay ingin menyampaikan pesan kepada para perempuan untuk tidak takut tampil beda dan percaya diri. Kerennya, kombinasi warna golden neutrals dalam palette yang mencakup classic gold, warm ambers dan rich chocolate browns dapat menjadikan penampilanmu semakin berkelas dan menawan.

Bagi kalian para beauty enthusiast, bisa mendapatkan produk ini dengan mudah, karena sudah tersedia di Sephora online ataupun store, dengan harga Rp. 850.000,-. Khusus untuk pembelian di Sephora online akan mendapatkan free pouch honey, berlaku hingga 17 November 2019 pukul 23.59 wib. So, ayo jangan sampai ketinggalan memiliki eye-palette yang fantastis ini!




Senin, 11 November 2019

Waris Sampoerna, Solusi Investasi Aman Inflasi

Siapa yang tak kenal dengan Emas? Emas sudah sejak lama menjadi salah satu pilihan investasi paling digemari oleh masyarakat Indonesia. Tren menabung emas kian meningkat secara konsisten, terutama ditengah dinamika ekonomi global.

Emas sudah sejak zaman leluhur kita menjadi aset yang paling aman untuk ditabung, karena aman dari gerusan inflasi, harga cenderung stabil bahkan meningkat dalam gejolak ekonomi dan mudah dicairkan kembali. Ketiga alasan inilah yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang untuk keperluan pendidikan dan lainnya
Menabung emas sangat menguntungkan, karena di tahun ini saja, peningkatan harga emas mencapai 20,9 % dengan tenor satu tahun. Angka tersebut tertinggi dibandingkan Deposito (6,7%), Valas (5,41%) dan IHSG (5,25%). Tren emas hingga tiga tahun mendatang masih sangat bagus, ujar Bhima Yudhistira Adhinegara, peniliti dari INDEF (Institute for Development of Economics and Finance). Bahkan Bank Central di tiap negara secara konsisten menghimpun emas, karena lebih aman dari gejolak inflasi, ujarnya.

Logam Mulia: Waris Sampoerna 10 gram
Emas di Indonesia, dibagi menjadi tiga jenis yaitu emas perhiasan konsumsinya mencapai 60 persen, emas investasi dengan kadar 99,9 persen mencapai 30 persen dan lainnya sebesar 10 persen digunakan untuk keperluan elektronik dan kedokteran gigi. Khusus emas investasi, hanya ada dua perusahaan di Indonesia yang memproduksi emas dengan kadar hampir murni yaitu 99,99 persen, salah satunya PT. Sampoerna Gold Indonesia (PT. SGI).

PT. SGI merupakan anak perusahaan Sampoerna Group yang bergerak di bisnis logam mulia, kemarin (11/11/2019) meluncurkan logam mulia bernama WARIS, memiliki kadar sebesar 99,99 persen yang di tahap pertama ini akan dipasarkan dalam ukuran 10 gram dan ke depannya akan mengeluarkan variasi lain. 

CEO PT. SGI John Aryananda saat peluncuran WARIS SAmpoerna
ditemani Loemongga Haoemasan (Direktur Asiana Group)
dan Bhima Yudhistira Adhinegara (Peneliti INDEF)
(Dari Kiri ke kanan)
Dengan mengusung desain batik unik khas Sampoerna dan dilengkapi dengan sistem deteksi keaslian berbasis kode QR, guna menjaga keaslian barang. Masyarakat juga dapat mengecek langsung autentisitas produk melalui situs atau aplikasi khusus. Selain itu, likuiditas WARIS terjamin, ujar CEO PT. SGI John Aryananda. Tentu saja hal tersebut menjadikan WARIS Sampoerna sebagai pilihan instrumen investasi yang menarik dan aman. John menambahkan, sebagai salah satu instrumen investasi, emas menjadi instrumen investasi pelengkap atau penopang bila instrumen investasi lainnya (seperti Valas, Saham atau Bunga Depostito) sedang anjlok.

Guna memastikan agar masyarakat dapat mengakses WARIS dengan mudah, John memastikan pihaknya akan menunjuk distributor yang kredibel, memiliki jaringan luas dan terbukti mampu menyerap WARIS, serta berbasis daring. Platform berbasis daring menjadi salah satu kunci dalam menjalin kerjasama dengan distributor. Membeli logam mulia harus menjadi pengalaman yang mudah dan praktis, tetapi tetap aman.